Tampilkan postingan dengan label Kisah Sukses. Tampilkan semua postingan
Raup Rp 100 Juta/Bulan, Pria Ini Sukses Jalani Bisnis Otak-Otak Warisan Keluarga
Rabu, 12 Februari 2014
Posted by Admeen
Tag :
Kisah Sukses
Rudianto (26), pria lulusan STIE GICI Business School di Batam ini merupakan pewaris usaha Otak-Otak Pak Agu. Rudianto berhasil melakukan 'revolusi' bisnis usaha warisan keluarga sepeninggal ayahnya.
"Otak-Otak warisan Pak Agu ini adalah bisnis keluarga dan sudah berdiri dari tahun 1988. Dulu yang mendirikan Pak Agu beliau ayah saya. Pada tahun 2006 ayah saya sakit keras dan akhirnya meninggal dunia," katanya kepada detikFinance, di sela-sela pameran wirausaha muda mandiri di Istora, Senayan, Jumat (17/1/2014)
Usai ayahnya meninggal, Rudianto langsung mengambil alih dan langsung mengelola usaha keluarganya. Meski sudah memasuki generasi kedua, hingga 2006 keadaan bisnis Otak-Otaknya masih sangat memprihatinkan.
"Bisnis ini awalnya kami jalankan di Vila Raflesia Batam. Hingga pada tahun 2011 kami mengontrak ruko di Palm Spring Batam. Dari sini kami mulai mengubah konsep Otak-Otak yang awalnya terkesan kuno menjadi lebih eksklusif dan lebih modern," katanya.
Berkat upaya modernisasi bisnisnya, kini usaha Rudianto membuahkan hasil. Kini sudah ada 4 outlet Otak-Otak Pak Agu di Batam dan 5 tempat reseller di Batam.
"Hingga saat ini saya sudah memiliki 9 pegawai. Omzet per bulan saat ini sudah mencapai Rp 100 juta-an," katanya
Menurutnya, bisnis Otak-Otaknya bisa berhasil karena beberapa poin penting yang ia lakukan. Hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain yang juga punya warisan bisnis keluarga.
"Ini terjadi karena nekat untuk mulai mengontrak ruko dan mengubah sistem dan image agar terkesan lebih eksklusif. Untuk ke depan kami bukan hanya di Batam, rencananya kami juga akan buka di Jakarta targetnya tahun depan," katanya.
Di Batam, produknya dikemas sebagai makanan oleh oleh yang banyak dicari oleh para konsumen di Batam maupun di luar Batam. Otak-Otak Pak Agu, terdiri dari 6 jenis yaitu otak otak pedas, putih, sotong, gonggong, kukus dan petai. Otak-Otak yang paling diminati adalah jenis yang pedas dan putih.
"Harganya bervariasi mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 3.000. Saat ini yang jadi kendala adalah ikannya sebagai bahan baku, tapi beruntung kami masih dapat mengatasinya," kata Rudianto.
Sumber: detik
Bosan Jadi Pegawai, Yani Sukses Jualan Gendongan Bayi Rp 700 Juta/Tahun
Posted by Admeen
Tag :
Kisah Sukses
Jakarta -Awalnya tak terpikir bagi Yani Andirani, ibu berusia 32 tahun, akan menjadi pengusaha penjual gendongan bayi modern. Bisnis ini dimulai saat dirinya mencari model gendongan bayi baru ketika mempunyai anak ketiga.
"Bisnis ini mulai 2009, tapi baru saya pasarkan di 2010. Bermula saat saya sangat kerepotan sekali. Jadi saya harus cari cara agar dapat mengasuh anak-anak saya. Muncullah gendongan ini. Di Amerika, gendongan bayi ini sudah sangat populer, tapi di sini (Indonesia) masih belum ada," ujar Yani kepada detikFinance pada acara Wirausaha Muda Mandiri di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2014).
Yani menjual gendongan modern lewat merek Abby. Bisnis ini pernah menang dalam Wirausaha Muda Mandiri tahun 2013. Nama Abby diambil dari bahasa Belanda yang merupakan singkatan dari Alles over baby's atau segala tentang bayi.
"Harapannya, bisnis ini kelak bisa merambah semua kebutuhan bayi. Saat ini selain gendongan bayi, kami juga ada bantal bayi, cooler bag, bedong bayi, dan alat alat perlengkapan bayi lainnya," jelas Yani.
Gendongan bayi modern yang dijual Yani didesain sedemikian rupa, sehingga ibu tidak perlu memegangi bayinya lagi. Dua tangan ibu bayi bisa bebas mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Gendongan ini terbuat dari bahan katun spandek. Harganya, untuk yang berdesain polos adalah Rp 165 ribu, sementara yang bermotif adalah Rp 195 ribu.
"Awalnya modal hanya Rp 1,2 juta. Kemudaan saat ini omzet per tahunnnya bisa sampai Rp 700 juta. Lumayan iseng-iseng jadi duit. Sebenarnya waktu itu sudah bosan jadi pegawai, terus konsultasi ke suami untuk berwirausaha dan diizinkan, asal tidak mengganggu kerjaan ngurus keluarga," jelas Yani.
Bila anda berminat dengan gendongan ini, anda bisa membelinya di Jalan Kopo No. 594 Bandung. Di toko ini tersedia berbagai macam perlengkapan bayi. Sekarang, Yani memiliki 3 karyawan tetap dan 10 pegawai harian.
Bermodal Rp 800 Ribu dan Tanpa Toko, Pria Ini Beromzet Rp 100 Juta/Bulan
Posted by Admeen
Tag :
Kisah Sukses
Ia kini terbilang sukses menjalankan usaha tas dan sepatu dari bahan jeans Drybag. Ia hanya mengandalkan penjualan secara online tanpa outlet namun mampu meraup omzet Rp 80-100 jut/bulan.
Warga Cinere Depok ini membuat tas unik yang ia produksi di rumahnya dengan dibantu oleh 15 orang karyawan. Kisahnya memulai bisnis berawal dari fakta produk jeans di pasaran dijual dengan harga tinggi namun dengan kualitas yang tak istimewa.
"Dulu saya sempat kaget ada harga celana jeans nudie harga Rp 3 juta. Padahal celananya nggak terlalu bagus dari situ saya ada obsesi memulai sesuatu yang baru dengan konsep yang sama," katanya kepada detikFinance, di sela-sela penganugerahan Wirausaha Muda Mandiri, di Istora Senayan, Rabu (15/1/2014)
Akhirnya David membuat tas dari bahan jeans dengan konsep semakin lama tas dipakai, maka semakin keren karena ada tampilan luntur secara alami dan tas terlihat unik.
"Tas ini bisa bertahan sampai 5 tahun, biasanya warna yang keluar terlihat lebih dari 1,5 tahun, ini saya rintis April 2011. Hingga saat ini sudah mencapai Rp 80-100 juta per bulan," katanya.
David mengatakan, selain tas ia juga memproduksi sepatu dari kulit dengan membuat desain sendiri. Ia hanya melayani pembelian online tanpa outlet, calon pembeli langsung mengunjungi situs www.tasdrydenim.com.
"Dahulu awalnya cuma modal Rp 800.000, karena kami bersyukur kami menang dalam lomba ini, kami bisa eksperimen lagi agar lebih baik," katanya.
Ia mengaku menjalankan bisnis selama kurang lebih 2 tahun bukan hal yang mudah. Ia banyak mengalami kendala karyawan yang sering keluar masuk (resign). Masalah bahan baku pun menjadi masalah karena kerap tak sesuai harapan.
"Tapi kini kami juga membuat tas yang oke, tak perlu menunggu 1,5 tahun warna luntur sudah keluar," katanya.
Produk yang ia jual sangat bervariatif misalnya harga tas uniknya dijual Rp 200.000-Rp 400.000, lalu produk sepatu dijual minimal Rp 190.000.
"Pemasaran masih menggunakan online, pembeli harus mentransfer, baru dikirim ke alamat pembeli," katanya.
sumber: http://finance.detik.com/read/2014/01/15/180229/2468142/480/2/bermodal-rp-800-ribu-dan-tanpa-toko-pria-ini-beromzet-rp-100-juta-bulan