Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

7 Rahasia Sukses Berbisnis ala Orang Jepang

Rabu, 12 Februari 2014
Posted by Admeen
Jakarta - Jepang merupakan salah satu negara di Asia dengan kemajuan ekonomi yang sangat pesat. Meskipun Jepang pernah mengalami kekalahan di Perang Dunia II tahun 1945 atas dibomnya kota Hiroshima dan Nagasaki, namun tetap bisa bangkit dan berkembang menjadi negara yang maju.

Bahkan, sekarang Jepang menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia. Kemajuan teknologi Jepang menghasilkan produk yang canggih dan bernilai tambah tinggi. Bahkan produk teknologi Jepang di Indonesia sangat mendominasi dan bisa ditemui dengan mudah.

Lalu apa kira-kira yang membuat Jepang bisa maju? Menurut buku Rahasia Bisnis Orang Jepang karya Ann Wan Seng yang dikutip detikFinance, Selasa (28/01/2014) ada beberapa sebab yang membuat negara Jepang bisa maju dan menjadi pelopor teknologi hingga saat ini.

1. Watak

http://images.detik.com/content/2014/01/28/480/144036_001.jpg
Masyarakat Jepang dikenal sebagai orang kejam dan tamak. Hal itu sebenarnya bukannlah kepribadian bangsa Jepang seutuhnya. Mereka hanya ingin berusaha mewujudkan keinginannya untuk menjadi negara penguasa di dunia.

Kepribadian bangsa Jepang yang sebenarnya adalah bangsa yang bekerja keras untuk mewujudkan segala keinginannya. Mereka tidak menjadikan halangan sebagai sesuatu yang ditakuti, tetapi penghalang itu dijadikan sebagai tantangan dan memacu Jepang untuk menjadi lebih baik lagi. Meskipun terhalang dengan kondisi budaya dan kondisi fisik yang tidak memungkinkan, bangsa Jepang tetap maju dan pantang menyerah.

Itu semua diwujudkan dengan usaha yang pantang menyerah, disiplin keras, dan semangat kerja keras yang turun temurun. Bangsa Jepang tidak kenyerah pada kesusahan. Malah kesusuhan itu dianggap sebagai tantangan menuju suatu kesuksesan. Mereka sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat negaranya.

2. Kebangkitan Jepang
http://images.detik.com/content/2014/01/28/480/144058_002.jpg
Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang kondisi perekonomiannya menyamai perekonomian Amerika. Padahal, Jepang baru saja mengalami keterpurukan saat peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki 1945. Namun, Jepang cepat bangkit dan mengembangkan dirinya dari keadaan ekonomi yang terpuruk. Jepang sudah menjadi salah setu negara yang berpengaruh di dunia.

Awal kebangkitannya, produk Jepang dianggap paling rendah. Sekarang, produk Jepang sudah bisa disejajarkan dengan produk-produk berkualitas buatan Eropa dan Amerika. Negara yang dikenal sebagai negara matahari terbit ini juga dikenal sebagai negara pengendali industri.

Kemajuan negara Jepang dapat kita kihat dari tingginya pendapatan per kapita dan taraf hidup negara ini yang menempati posisi kedua negara di dunia setelah Swiss.

3. Kondisi Ekonomi Stabil

http://images.detik.com/content/2014/01/28/480/144124_003.jpg
Kondisi perekonomian Jepang relatif stabil dibandingkan dangan negara-negara lainnya di dunia. Selain itu, angka pengangguran di Jepang sangat rendah. Hal itu disebabkan karena tingginya kualitas sumber daya manusia di Jepang. Bangsa Jepang sangat menghargai pendidikan dan kesehatan. Oleh sebab itu, negara Jepang dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori pendidikan dan kesehatan. Untuk stabilkan ekonominya, Jepang memiliki simpanan dana yang besar di luar negeri.

 4. Kondisi Alam
http://images.detik.com/content/2014/01/28/480/144138_004.jpg
Meskipun kondisi alam Jepang tidak memungkinkan untuk bertani, tetapi masyarakat tetap memaksimalkan penggunaan tanah. Karena penggunaan tanah di Jepang sangat tinggi dan ketat. Mereka menanam padi di halaman rumah mereka. Mereka tidak membiarkan sejengkal tanah pun menjadi sia-sia.

Jepang tidak memiliki sumber daya alam sendiri. Jepang selalu mengimpor barang-barang alam dari penghasil terbesarnya. Namun begitu, Jepang memiliki hasil pertanian tertinggi di dunia.



5. Terampil dan Ulet

http://images.detik.com/content/2014/01/28/480/144250_005.jpg
Kecekatan, keahlian, dan kecepatan dikenal ciri pekerja-pekerja Jepang. Karena itu tidak mengherankan jika perekonomian Jepang bisa tumbuh dengan pesat.

Seorang pekerja di Jepang mampu melakukan pekerjaan lima orang pekerja di negara lain. Oleh karena itu, harga unuk seorang pekerja Jepang jauh lebih mahal dibandinakan negara lainnya. Mereka tidak banyak bicara dalam bekerja. Bagi mereka sangatlah penting mempersiapkan tugas yang diberikan secara maksimal.

Jika ada negara yang ingin menjadi seperti Jepang, maka negara itu harus punya pekerja yang mampu mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang sama. Selain itu, pekerja Jepang tidak terlalu pusing dengan bayaran. Mereka rela tidak dibayar untuk lembur.
 

6. Organisasi Bisnis

http://images.detik.com/content/2014/01/28/480/144320_006.jpg
Sifat keorganisasian di Jepang sangat bagus. Karena lebih mementingkan kerja sama kelompok dari pribadi. Perundingan dan pembicaraan dapat menghasilkan hasil baik.

Setiap anggota organisasi baik tingkat bawah sampai tingkat atas memiliki peranan dan kewajiban yang sama. Tidak ada pembedanya. Bahkan antara yang satu dengan yang lain saling melengkapi.

Dalam organisasi Barat, terdapat jurang pemisah antara atasan dengan bawahan. Sehingga tidak jarang terjadi masalah komunikasi di antara mereka. Untuk bertemu dengan atasan harus membuat janji terlebih dahulu.

Di Jepang, banyak pimpinan perusahaan yang berasal dari golongan bawah dan mengalami kenaikan secara perlahan. Oleh karena itu antara pimpinan dan bawahan lebih akrab dibanding dengan pimpinan AS.

Kenaikan pangkat itu disesuaikan dengan prestasi, hasil, kemampuan, sikap terhadap pekerjaan, pengalaman, serta kemampuan dia dalam berorganisasi,. Sehingga para bawahan cenderung setia dengan pimpinannya, karena pekerja telah menjalin hubungan yang sangat baik dengan pimpinan perusahaan.

Pimpinan tidak akan merasa malu untuk meminta bantuan kepada karyawannya, bahkan pimpinan perusahaan tersebut selalu menghargai karyawannya. Dengan begitu, antara pimpinan dan karyawan akan saling terbuka.

Hal ini akan mengurangi terjadinya konflik di antara mereka. Tim merupakan fondasi dasar dalam organisasi usaha Jepang. Melalui tim kerja yang harmonis, hubungan yang baik akan terjalin sehingga motivasi dan semangat dalam bekerja dapat ditingkatkan.

7. Seni Pengelolaan Bisnis

http://images.detik.com/content/2014/01/28/480/144340_007.jpg
Bangsa Jepang sangat senang jika dilibatkan terhadap organisasi yang besar dan berprestasi. Mereka bangga jika telah memberikan kesetiaan dan keahlian mereka pada organisasi yang mereka ikuti. Oleh karena itu, mereka selalu melakukan hal yang terbaik dalam lingkungan kerja mereka.

Bangsa Jepang memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Inilah yang membuat Jepang sebagai negara penguasa ekonomi. Setiap keputusan yang dibuat mencerminkan sikap organisasi yang didukungnya. Mereka sanggup mengorbankan apa pun demi organisasi yang dijalankannya.

Selain itu, kemampuan orang Jepang menjadi hamba organisasi menjadikannya penguasa besar ekonomi. Walaupun dalam pengelolaan melemahkan bagsa Jepang secara individu, tetapi dari sisi lain, menghasilkan organisasi yang mantap dan kuat. pimpinan perusahaan selalu loyal terhadap karyawannya. Dengan demikian, para karyawan akan manyelesaikan pekerjaan yang ada.

Seni pengelolaan di Jepang menitikberatkan pada kepentingan setiap anggota tanpa memandang status dan kedudukannya. Individu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan organisasi.

Dalam mengambil keputusan, individu selalu memandang organisasi sebagai titik tolaknya. Seni pengelolaan perusahaan Jepang harus dikembangkan untuk memberi perhatian kepada pembangunan manusia dan nilai kemanusiaan dalan pembangunannya. Jika hal ini sudah dilakukan, maka organisasi tidak perlu khawatir dengan kinerja karyawannya.

sumber

Siapa yang tidak mengenal Bob Sadino (biasa di panggil om Bob) ikon bisnis dan motivasi yang sudah banyak menghiasi dinamika bisnis di Indonesia.
Bob Sadino dikenal blak-blakan dalam menyampaikan seminar bisnis, dengan gayanya yang cuek dan selalu tampil dengan ciri khasnya yaitu celana pendek. Beberapa kali mengikuti seminar dan diskusinya, Anda pasti akan merekam statement-statement keras yang barangkali tidak lazim bagi Anda. Statement yang menyebabkan kontroversi, dan bahkan menyebabkan beberapa mahasiswa akhirnya keluar dan berhenti dari bangku kuliah.

Sebagai orang yang cerdas, apa yang disampaikannya terkadang tidak masuk di akal dan tidak logis. Itulah sebabnya Anda, apalagi yang masih belum banyak mengenal seminarnya beliau, harus menelaah dan mencermati apa maksud ungkapan beliau dan apa yang terkandung dari statement yang beliau sampaikan.
Selama mengikuti beberapa kali seminar yang beliau sampaikan, berikut ada beberapa catatan saya pribadi, yang menurut saya "sinting" jika kita menelan mentah-mentah apa yang disampaikan. Ini merupakan pendapat saya pribadi, Anda boleh sependapat, boleh juga tidak, itu hak Anda.
Coba simak statement yang sering beliau ungkapkan berikut ini.

1. "Jika ingin bahagia (Sukses) jangan jadi karyawan".



Di salah satu seminar beliau pernah menyatakan statement yang membuat gemuruh peserta adalah, bahwa 'jika ingin bahagia (sukses), jangan jadi karyawan'. Padahal peserta dari seminar itu adalah sebagian besar adalah karyawan, bayangkan!

Statement beliau ini menurut saya, tidak salah. Namun juga tidak sepenuhnya benar. Kebahagian dan kesuksesan itu tidak semata-mata diukur dari banyaknya materi, dan apa profesi seseorang. Lalu apakah hidup sebagai karyawan itu tidak bahagia? Tidak juga. Banyak karyawan yang bahagia dengan segala kondisinya. Tentu parameter kebahagian berbeda, beda setiap orang.

Apakah statement ini salah? Tidak juga. Memang peluang mencapai kebahagian dengan keberlimpahan materi akan lebih terasa jika kita menggapainya melalui bisnis, melalui dagang dan sukses. Tetapi tidak sedikit juga pengusaha yang terlilit hutang dan akhirnya sengsara. Sekali lagi pilihan sukses dan bahagia itu bergantung yang menjalani. Tentu dengan konsekuensi masing-masing memang dengan berbisnis, peluang seseorang untuk mencapai puncak kebahagian jauh lebih terbuka.

2. "Kuliah itu bikin goblok, siapa yang hadir di seminar ini, besok jangan masuk kuliah"



Di seminar yang lain, beliau secara terang-terangan menyampaikan kalau kuliah itu kegiatan "goblok", dan menyuruh besok jangan masuk kuliah. Sangat frontal memang, menyampaikan statement seperti itu didepan ratusan mahasiswa dan akademisi.

Tentu saja banyak audience yang kemudian heboh dengan sendirinya, maklum sebagian peserta seminar itu adalah mahasiswa muda yang polos, lugu, dan baru semangatnya mencari jatidiri di kampus tercinta. Mendengar statement itu tentu batinnya berontak.

Namun kalau kita mau berpikir mendalam, apa yang disampaikan om Bob ini sebenarnya sangat masuk akal. Namun bagi sebagian orang ini justru menyesatkan, apalagi bagi MABA (mahasiswa Baru).

Maksud saya, jika Anda ingin mencapai karir bisnis Anda dengan otodidak dan belajar berjualan sablon printing, misalnya (seperti yang banyak dilakukan MABA saat membuat bisnis plan) terus apa gunanya kuliah, kalau yang dipelajari adalah science. Maka apa istilah yang tepat kalau bukan "goblok (versi Bob Sadino). Contoh lagi: bisnis di bidang hiburan padahal kuliahnya Psikologi, bisnis di bidang desain padahal kuliahnya di MIPA, bisnis makanan padahal kuliahnya di Teknik.
Bagaimana enggak goblok? apa yang susah-susah di pelajari, tidak dipakai dalam bisnis. Lalu bagaimana seharusnya? Anda seharusnya bisa menjawabnya.

3. "IPK di atas 3 koma alamat calon karyawan"



Ini ada salah satu fakta yang menarik. Kata Om Bob kalau kuliah kok IPK-nya diatas 3, itu tandanya calon karyawan. Hmm, sangat masuk akal, karena kecenderungan orang yang memiliki IPK bagus apalagi di fakultas favorit, tentu memiliki idealisme tinggi untuk mengaplikasikan ilmunya. Tidak lain adalah melamar kerja, di perusahaan dan menjadi karyawan.

Itulah mengapa justru Bob Sadino mengajarkan, kalau mau sukses bisnis IPK harus jeblok. Tidak salah sih. karena dengan demikian tidak memiliki pilihan lain selain berwirausaha, karena kalaupun mau melamar kerja juga tidak ada yang menerima karena IPK-nya dibawah standar, justru dengan demikian akan "terpaksa" memilih jalan entrepreneur. Lalu apa jadinya kalau IPK diatas 3, kemudian memilih berbisnis? Ada, tapi sangat sedikit.

Sekali lagi Life is a Choice, secara logika harusnya yang IPKnya diatas 3 ini jika diaplikasikan dalam bisnis harusnya lebih bagus lagi hasilnya, bukankah begitu?

4. "Kuliah itu hanya memasukkan "sampah" ke kepala Anda"



Salah satu saran "sinting" lainnya adalah "Kuliah itu memasukkan sampah ke kepala Anda". Bagi setiap orang yang masih kuliah mendengar statement ini pasti protes, tidak terkecuali peserta seminar yang notabene masih kuliah.

Mereka merasa apa yang dilakukan setiap hari berarti memasukkan sampah ke kepala mereka? Apakah ini salah? Tidak juga, karena memang apa yang dipelajari itu tidak dipakai di kemudian hari, jika kita bercita-cita menjadi bisnisman sukses seperti om Bob.

Apa sebabnya? Bob Sadino meniti karir bisnisnya dari nol dan mempelajarinya dari lapangan, dari pengalaman dan dari percobaannya sendiri. Makanya saat mempelajari sesuatu di bangku kuliah sementara apa yang dipelajari itu tidak dipakai maka apa yang dipelajari itu menjadi sampah bagi otak kita.

Satu statement yang menguatkan ini adalah bahwa dia berpesan, "Jadilah manusia pembelajar". Jangan hanya dari bangku kuliah, tapi pelajarilah dari kuliah kehidupan yang Anda jalani.

5. "Kalau ingin kaya, bisnis sayuran"



Haha.. secara, awalnya beliau adalah pengusaha sayuran pantas saja usaha yang direkomendasikan adalah bisnis sayuran. Mengapa ini saya sebut "sinting"?
Tidak lain karena ini adalah tipikal orang yang konsisten dengan apa yang diucapkan. Dia mengajarkan apa yang dia lakukan, menunjukkan apa yang sudah dilalui - jadi tidak asal bunyi saja. Cerdas bukan?

6. "Pebisnis itu harus nyentrik"



Apakah pebisnis harus nyentrik? Hmm bisa iya, bisa juga tidak, kalau tipikalnya om Bob Sadino, senyentrik itu pun tentu orang akan menaruh rasa hormat ke beliau, maklum, selain pengusaha, dia juga menjadi mentor banyak orang, dan menghasilkan pengusaha yang berbobot juga dibawah angkatannya om Bob.
Wajar bila senyentrik apapun penampilannya oran akan segan dengan beliau. Nah kalo kita-kita, itu kembali ke kita saja, ingin nyentrik silahkan, tidak juga tidak menjadi masalah.

7. "Bisnis itu hanya modal dengkul. bahkan jika Anda tidak punya dengkul, pinjam dengkul orang lain



Banyak peserta di sesi tanya jawab mengeluhkan tentang keterbatasan modal yang dimiliki, lalu apa kata om Bob tentang ini?

Dia berujar, "Mau gak kira-kira kalau dengkulnya dibeli 500 juta? Tidak mau kan, berarti Anda punya modal 1 milyar dengan 2 dengkul Anda!" Paham?
Begitulah karakter om Bob yang nyentrik, "sinting" bagi sebagian orang yang hanya menangkap apa yang diucapkan tapi bukan apa yang ingin disampaikan, beruntunglah orang yang di"sinting"kan beliau ke jalan kebaikan kemudian menjadi entrepreneur dan sukses.

Jika gagal, maka wajib menghabiskan kegagalan itu hingga hanya berhasil yang bersisa. Ada satu ucapan yang menarik yang patut Anda catat. Inilah mengapa saya menulis tulisan ini dan membaginya untuk Anda. Ketika itu saya mengikuti seminarnya, kemudian dalam sesi tanya jawab saya iseng-iseng bertanya sekaligus juga ingin menjebak om Bob.

Pertanyaan saya seperti ini
"Bisnis apakah yang prospektif om Bob?"
Sebelum menjawab dia menanyakan kepada saya,
"Kamu sendiri sudah punya bisnis?"
saya sahut "Belum, makanya saya ingin tanya kepada om Bob?"
Sambil tertawa beliau menjawab
"Bisnis yang prospektif adalah bisnis yang "dijalankan" bukan ditanyakan terus!"

Sangat singkat namun mengena, saya terhenyak dengan jawabannya. Selama ini saya hanya mencari referensi, bertanya sana sini tanpa segera berdiri dan memulai membuka bisnis. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memulai bisnis Anda?

Sumber

http://picmarkr.com/files/1pb31pjgnh1g63cd6vge3t1q07/image_3.jpg

Ada pengusaha muda di Jakarta mempunyai dana 10 juta dollar AS atau setara dengan Rp 94 miliar. Ia bingung untuk investasi. menurutnya kalau dananya didepositokan dan sebutlah ia dapat bunga 4 %, setahun dananya bertambah Rp 3,769 miliar atau Rp 313 juta/bulan. Cukup enak. Namun, bukan wataknya menyimpan uang di bank. Ia lebih suka bertarung di lapangan.

Suatu hari pengusaha tersebut meminta saran kepada ayahnya yang seorang usahawan komponen otomotif. Ayahnya berkata :

Quote:Mantapkan hatimu. Masuklah ke bisnis yang engkau sukai dan benar-benar kuasai. Jangan terombang-ambing. Jangan silau kemajuan usahawan lain. Putuskan, dan lupakan!

Pengusaha muda ini terkesiap oleh ucapan ayahnya. Ia lalu menimbang lagi. Kalau membangun hotel bintang dua, ia bisa mendapatkan dua hotel dengan masing-masing di atas 100 kamar. Jika hotel selalu ”hampir penuh” dan dikelola baik, ia bisa berharap modal kembali kurang dari empat tahun. Ia tinggal menghitung laba.

Kalau membuka kafe waralaba asing, ia bisa memperoleh setidaknya 30 kafe kelas satu. Ia masukkan ke mal dan bayar sewa. Kalau berjalan mulus, investasi bisa balik dalam tiga tahun. Jika gagal?

Quote:Putuskan dan Lupakan !


Pengusaha muda itu bimbang, ia teringat nasihat ayahnya. Masuk ke bisnis yang ia kuasai benar. Dan bisnis itu adalah perminyakan. Selama delapan tahun terakhir, ia bekerja di sebuah perusahaan minyak bumi. Maka, ia tetapkan hati masuk ke minyak.

Berdasarkan izin legal yang ia peroleh, ia gunakan uangnya untuk ”mencari sumur minyak” di Pulau Sumatera. Menurut hitungan sederhana, kalau beruntung, pencarian pertama saja sudah bisa menemukan sumur minyak.

Pada eksplorasi pertama, tidak ditemukan apa-apa, Ia tidak terpukul. Pada eksplorasi ke-8, ditemukan sumur minyak, tetapi tidak layak. Ongkos eksplorasi malah lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan minyak. Di sini ia berdebar. Terus atau tidak? Uangnya hanya cukup untuk dua kali lagi pencarian minyak lagi. Kalau hasilnya nihil?

Pada titik amat kritis ini, ia teringat kembali nasihat ayahnya. "Putuskan dan lupakan". Ia putuskan terus mencari. Lupakan, agar ia tidak menyesal kalau seluruh hasilnya buruk. Pada pencarian ke-9, kembali timnya gagal.

Pada kesempatan terakhir, pengusaha muda ini bisa tersenyum. Timnya menemukan sumur minyak. Tidak besar, ”hanya” 10.500 barrel per hari.
Ia sujud syukur. Kini ia bisa membangun perusahaan ritel, beberapa kafe, restoran yang laris, dan membeli saham sebuah bank swasta nasional.

Sumber

Dari article ini ane ambil kesimpulan, kalo kita mau berbisnis atau berwirausaha lebih baik kita pilih bisnis yang udah kita kuasain. Jangan mudah terpengaruh sama untungnya aja, bisnis berprospek besar tapi kita gak ngusain bidangnya bakal percuma. Lebih baik kita tekunin bisnis yang memang bidangnya udah kita kuasain, dengan begitu untuk ngembangin bisnis tersebut akan lebih mudah.
http://picmarkr.com/files/1pb31pjgnh1g63cd6vge3t1q07/image_1.jpg
Ditengah kemacetan Jakarta akibat banjir, akhirnya saya bisa juga sampai kekantor klien. Kali ini keluhannya hampir seluruhnya berkaitan dengan karyawan. Hingga dia mengambil kesimpulan:

“ Apa iya masih ada pegawai yang jujur ya bro? ada yg polos tapi susah mikir, ada yang pinter, eh malah saya yang dikadalin…”

“Gimana usaha saya bisa berkembang kalau pegawai rentan ‘mencuri’ dan ‘ngakali’…”


Saya tersenyum dan mencoba membuka pikirannya. Ingat kata bang napi?

“Kejahatan tidak hanya terjadi karena ada niat, tetapi juga karena ada KESEMPATAN, WASPADALAH..!”

Hahaha, quote legendaris tapi begitu dalam maknanya. Kaitannya jelas, 2 penyebab kejahatan adalah NIAT dan KESEMPATAN.

Bagaimana mendapatkan pegawai yang tidak memiliki Niat buruk dan benar2 ingin bekerja? Lihat Track Recordnya, siapa yang merekomendasikan, sudah pernah bekerja dimana saja, wawancara dia agar tau sifatnya seperti apa, dll. Intinya, Rekrutlah karyawan dengan TELITI, jangan asal rekrut dan meremehkan proses rekrutmen.

Nah, Niat baik saja ternyata tidak cukup, PR seorang pengusaha masih ada 1 lagi, yaitu MEMINIMALISIR Kesempatan untuk terjadinya tindak kecurangan.
Setidaknya ada 8 bentuk kecurangan yang sering pegawai lakukan, kita akan bahas modusnya dan solusi untuk mencegahnya.

1. Mencuri Uang


Spoiler for Mencuri Uang:
Ini dia momok paling menakutkan buat pengusaha, uangnya dibawa kabur pegawai! 2 jabatan yang paling krusial dalam hal ini adalah kasir dan sales/marketing yang menerima pembayaran. Modusnya banyak dan variatif, ada yang menerima uang tapi tidak menulis kwitansi, mengambil uang di laci kasir, memotong uang kembalian, dan masih banyak lagi.

Solusi paling dasar adalah membuat standarisasi bahwa setiap penerimaan uang harus tercatat dalam sebuah nota/kwitansi yang BERNOMOR URUT. Kalau tidak ada nomornya, kita ngga bisa trace apakah dia menulis dan melaporkan ke kita atau tidak. Lebih bagus lagi kalau sudah ada system barcode di mesin kasir.

Nah, system control juga harus tutup kas harian, harus segera dibandingkan antara pencatatan dengan kas fisik yang diterima. Jangan tunggu lebh dari 24 jam. Kalau terjadi selisih kas bagaimana? Kasirlah yang bertanggung jawab untuk mengganti kerugian.

Lalu, system lapis kedua sebenarnya adalah system stok yang bagus. Kalaupun dia lolos dalam mencuri uang, tetapi bagaimanapun pasti akan ada selisih stok, pasti stoknya akan kurang daripada stok pencatatan. Tapi, kalau ketahuannya sudah di system stok, sulit menemukan bahwa pelakunya adalah kasir.

Terakhir, tidak melulu kasirlah yang mencuri uang, mungkin saja ada karyawan lain yang mencuri langsung dari laci/cashbox. Cara mengetahuinya? Jelas pakai CCTV.

Lain halnya dengan kasus pencurian kas oleh marketing/sales lapangan. Mereka biasanya sulit dikontrol karena berada diluar kantor. System kontrolnya adalah dari stok barang yang mereka bawa. Kalau produk yang agan tawarkan adalah Jasa, jangan perbolehkan mereka menerima cash secara langsung, pembayaran hanya boleh via transfer bank.


2. Mencuri Stok

Spoiler for Mencuri Stok:
Kalau sulit mencuri uang, banyak karyawan jahat yang mencuri stok karena secara pengawasan lebih renggang. Mencurinya biasanya sedikit dan hanya stok kecil, terutama stok kecil yang berharga mahal.

Lalu gimana solusinya? Jawaban yang paling utama adalah system pencatatan stok yang harus bagus. Selalu cek stok riil dibandingkan dengan stok pencatatan. Buatlah KARTU STOK, karena akan sangat membantu stokist/kepala gudang dalam mengecek stok.

Di beberapa perusahaan yang jumlah stok dan karyawannya banyak juga biasa melakukan pelarangan membawa tas masuk keruang kerja /gudang dan penggeledahan karyawan setiap pulang kerja

Solusi lain? CCTV wajib dipasang.


3. Mark up Harga Jual

Spoiler for Markup Harga Jual:
Nah, kasus ini sering terjadi nih, pelakunya biasanya kasir, sales, atau siapapun yang melakukan penjualan ke konsumen. Khususnya lagi, pada perusahaan yang harga barangnya tidak berlabel.

Modusnya standar, si pelaku menaikkan harga daripada yang seharusnya dan mengambil kelebihan harga tersebut. Kerugiannya apa? Jelas konsumen akan merasa harga kita kurang bersaing dan ada kemungkinan dia tidak melakukan pembelian lagi di kita.

Gimana solusinya? Dasar solusinya sebenarnya sangat mudah, melabeli setiap produk dengan harga atau pakai nota bernomor, nanti juga terlihat kalau ada kelebihan harga, apalagi kalau pakai mesin kasir berbarcode. Konsumen pun harus di edukasi untuk menerima setiap struk pembelian dan mengeceknya.

Untuk kasus sales lapangan khususnya bidang jasa, system pembayaran sebisa mungkin via transfer, kalaupun sulit, bisa pakai random checking call ke customer.

4. Mark up Harga Beli

Spoiler for Mark Up Harga Beli:
Nah, kalau ini mungkin yang kita sering sebut sebagai KORUPSI pembelian. Si pegawai yang melakukan suatu pembelian atas nama perusahaan menaikkan harga dari supplier kepada perusahaan agar mendapatkan kelebihan dana. Modusnya, si pegawai biasanya meminta nota kosong dari si supplier supaya dia mudah mengisi sendiri harga yang diinginkan atau bahkan si pegawai meminta si supplier untuk tulis harga lebih dari harga sebenarnya.

Solusinya seperti apa? Buatlah standarisasi supplier dan penyedia yang sudah langganan dan kita tahu benar harganya seperti apa. Jangan sembarang terima rekomendasi supplier dari si pegawai. Cara lain? Kalau harganya agak tidak masuk akal, telponlah si supplier untuk memastikan.

Cara lain? Rekap bukti pembelian dengan baik, bandingkan pembelian selanjutnya dengan pembelian lalu, kalau terjadi perubahan yang cukup signifikan, kemungkinan besar karyawan anda korupsi.


5. Mencuri / Mengambil Konsumen

Spoiler for Konsumen:
Kasus ini biasanya terjadi di bisnis berbasis B2B (business to business) dan jasa. Si marketing mengambil konsumen kita untuk digarap sendiri ataupun melempar ke competitor sehingga dia mendapatkan komisi yang lebih besar.

Jujur saja, kecurangan tipe ini agak lebih sulit dikontrol dibandingkan yang lain karena sifatnya lebih personal choice. Tapi beberapa solusi jitu yang biasanya dipakai adalah:

Jangan mengajari si marketing keahlian inti dalam bisnis agan. Buat si marketing untuk tidak bisa menguasai keseluruhan keahlian yang dibutuhkan dan tutup akses untuk mengajak kerjasama person penting dalam bisnis agan. Makanya, diperusahaan besar rata2 si marketing hanya tau cara menjual dan sama sekali tidak diajari cara melaksanakan project atau akses ke supplier. Cara ini jelas mengurangi kemungkinan konsumen kita digarap sendiri.

Buat system Target yang cukup tinggi dan komisi yang menarik. Ini jelas mengurangi kemungkinan konsumen kita dilempar.

Tapi, cara yang menurut ane paling jitu adalah si owner punya kedekatan personal dengan tim marketing. Karena kalau kedekatan personal sudah terbangun, keinginan untuk ‘mengkhianati’ akan berkurang dengan sendirinya.


6. Menyalahgunakan Aset (telpon, Mobil)

Spoiler for Aset:
Nah, cukup banyak nih karyawan yang suka ‘jail’ menggunakan asset perusahaan untuk kepentingan pribadi. Sebenarnya kalau masih tahap wajar sih banyak yang tidak mempermasalahkan, anggap saja fasilitas tambahan untuk karyawan. Tapi, kalau sudah melewati batas, inilah yang harus dicegah.

Kasus paling sering adalah pemakaian Telpon kantor secara berlebihan sehingga tagihan telpon kantor membengkak. Solusinya seperti apa? Pemakaian cctv, pelacakan tagihan secara detail, dan pendaftaran pemakaian asset bisa jadi pilihan bagus.

7. Menerima Suap

Spoiler for SUAP:
Nah! Biang korupsi juga nih! Si karyawan menerima suap untuk meloloskan seorang supplier. Biasanya kasus ini terjadi diperusahaan sekala menengah yang sudah punya bagian pembelian tersendiri.

Solusinya gimana? Jujur ini agak sulit dideteksi, tapi dengan system pembelian yang ketat (supplier langganan, tender, dan harus persetujuan direksi untuk pembelian besar) dan audit internal yang kuat, hal ini bisa diminimalisir.


8. Membantu Kompetitor

Spoiler for Kompetitor:
Kasus ini juga lumayan kompleks. Karyawan bisa membocorkan data confidential perusahaan kepada competitor secara sengaja dengan imbalan tertentu ataupun dengan tidak sengaja.

Kok bisa tidak sengaja? Bisa saja tim business intelligence competitor sangat handal sehingga si karyawan tidak merasa membocorkan data confidential, bisa saja pakai kedok hubungan asmara dll. Kalau sengaja ya jelas dia punya niatan dan cari kesempatan untuk dapat imbalan lebih.

Solusinya cukup sederhana, jangan satukan data confidential di 1 orang atau 1 tim. Sebar data confidential ke beberapa tim dan buat itu useless kalau hanya berdiri sendiri. Selain itu, buat security system yang baik, artinya data tidak bisa keluar masuk dengan mudah. Data hanya bisa diakses dikantor dan dikomputer tertentu dengan login tertentu. Terakhir, jelas buat hukuman yang berat bagi pelaku, jalur hukum pun bisa ditempuh dan denda ratusan bahkan milyaran rupiah bisa terjadi.


“ oke bro, saya jadi optimis bisnis ini bisa terus berkembang tanpa khawatir tentang kecurangan karyawan”

Si klien pun menjabat tangan saya.

Ah.. saya masih harus menembus macetnya jakarta di sore hari, untung tim saya masih menyimpan semangat untuk bergumul dengan macet, saya tidak sendiri

kesimpulan sharing kita hari ini adalah:

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan?

Source:  http://www.kaskus.co.id/thread/52ebc9f8a3cb17394f8b4671/sharing-8-jenis-kecurangan-yang-paling-sering-karyawan-lakukan--solusinya/

 http://picmarkr.com/files/1pb31pjgnh1g63cd6vge3t1q07/image_4.jpg

Ah.. beberapa hari ini hujan mulai terus menemani aktifitas kita, khususnya diwaktu siang hingga malam hari.

Tapi hujan ini membawa saya teringat perbincangan seru dengan salah satu klien disebuah café dibilangan Jakarta selatan.

Dia adalah salah seorang direktur di sebuah perusahaan swasta yang ngebet ingin bisnis.

Apa bisnis saya bisa berkembang kalau saya masih bekerja seperti ini?

Well, Banyak pengusaha yang memberi nasehat untuk focus dalam mengembangkan bisnis. Hal ini mengindikasikan bahwa bisnis akan sulit berkembang bila pemiliknya masih berstatus karyawan.

Bisa Bro! bisnis masih bisa berkembang walaupun ente masih sibuk kerja. Tapi, kalau ente ingin berkembang lebih cepat, lebih besar, dan lebih menggurita, ya harus bersiap focus disini!

Seorang karyawan bisa mulai merintis dan mengembangkan bisnisnya hingga pada titik tertentu, ketika penghasilan dari bisnis sudah menjanjikan dan relatif stabil, karyawan tersebut bisa resign dan focus membuat perusahaannya jauh lebih cepat berkembang.

Setidaknya ada beberapa langkah bagaimana memulai, mengembangkan, dan menyiapkan bisnis agar kita bisa ‘pindah’ lebih mulus dari dunia kerja ke dunia entrepreneur:

1. Pilih bisnis berdasarkan kebutuhan yang ditemukan dari lingkungan sekitar.

Spoiler for Ide Bisnis:
Poin dasar dari perkembangan suatu bisnis adalah jenis bisnis itu sendiri. Di thread sebelumnya saya lebih menekankan untuk membuat bisnis berdasarkan minat dan bakat, tetapi khusus untuk karyawan, ada tambahan poin penting: bisnislah sesuai kebutuhan yang terlihat didepan mata.

Contoh: dikantor agan sangat banyak kolega dan atasan yang rutin keluar kota, agan sangat bisa buka travel agen penjualan tiket dan reservasi hotel. Tinggal beli franchisenya, agan sudah bisa cetak tiket sendiri. Konsumen sudah jelas, rutin pula.

Contoh lain: dikantor agan sangat banyak pasangan muda, agan sangat bisa buka toko perlengkapan bayi. Margin lumayan, pembeli awal sudah ada dan relatif rutin.

Contoh lain: perlengkapan IT kantor sudah banyak yang tua dan tidak termaintenance dengan baik. Agan sangat bisa buka bisnis computer dan maintenance.

2. Mulai pemasaran dari orang terdekat

Spoiler for Marketing:
Salah satu keuntungan agan memulai bisnis saat masih bekerja adalah LINK yang relatif lebih bagus karena agan dikelilingi oleh target pasar potensial yang punya Daya Beli. Agan juga bisa akses informasi-informasi penting perusahaan yang bisa agan jadikan potensi bisnis.

Tapi, saat memulai suatu bisnis dan menawarkannya ke orang-orang terdekat, pastikan agan Terlihat SERIUS, tidak terlihat main-main dan hanya coba-coba karena itu akan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap agan. Pastikan produk/jasa agan berkualitas.

Mulailah dengan menawarkan langsung, lewat media social, atau brosur. Setelah teman terdekat sudah ‘tergarap’, bergeser ke channel lain seperti: koperasi karyawan, kantin, koperasi kantor sebelah, promo ke semua friend di semua media social,dll. Harusnya, dengan konsumen orang-orang di sekeliling agan, bisnis bisa mulai berkembang dan menutup biaya operasional awal.

3. Cari karyawan, cari partner

Spoiler for Team:
Ketika agan sudah dapet pasar awal dan bisnis mulai sedikit berjalan, carilah karyawan. Tujuan utama mengangkat seorang karyawan adalah agar operasional teknis bisnis bisa dihandle sehingga agan lebih berpikir untuk mengembangkan pasar.

Karyawan awal yg biasa di hire adalah seorang admin. Admin ini bisa melayani pesanan konsumen, menjawab pertanyaan konsumen, menyiapkan dan mengemas barang, menjaga toko, mencatat transaksi harian, menjalankan marketing online, dll.

Terus gajinya gimana gan??

Jangan berpikir kalau karyawan adalah beban, justru mindset-nya harus dibalik, ketika agan angkat seorang karyawan, harusnya penjualan akan meningkat karena sekarang ada orang yg lebih fokus untuk ngurus teknis bisnis agan dan agan bisa fokus ngembangin pasar.

Lalu untuk beberapa jenis usaha seperti jasa, agrobisnis, atau semua usaha yang membutuhkan skill tinggi, carilah seorang partner untuk ikut mengembangkan bisnis yang agan jalani. Contoh, agan buka usaha training bahasa inggris untuk karyawan. Sebaiknya agan cari partner yang terpercaya yang bisa menjalankan bisnis agan dengan baik. Partner beda dengan karyawan. Partner tidak digaji tetap, tetapi ia mendapat bagian saham.


4. Jangan Takut untuk Investasi

Spoiler for Investment:
Seiring dengan berkembangnya bisnis, atau bahkan saat bisnis yang baru agan mulai kok terlihat sangat lambat perkembangannya? Mungkin sudah saatnya agan perlu “Investasi” tambahan. Investasi yang saya maksud adalah sejumlah dana yang dikeluarkan untuk mengembangkan bisnis.

Mengangkat karyawan baru adalah investasi, membuat website adalah investasi, mengikuti berbagai training dan seminar adalah investasi, menyewa kios atau kantor adalah investasi, atau bahkan membayar seorang konsultan pun adalah investasi.

Jangan takut untuk mengeluarkan dana lebih ketika itu memang diperlukan, karena kalau agan tidak mau ‘berkorban’ lebih, perkembangan bisnis pun akan terhambat.
5. Buat standarisasi
Karyawan sudah ada, kios/kantor sudah ada, pasar sudah mulai terbentuk, perkembangan sudah mulai terlihat, nah inilah saatnya agan membuat standarisasi agar semua kualitas produk, kualitas pelayanan, dan proses bisnis secara keseluruhan bisa dikontrol dengan baik.

Soal standarisasi, agan bisa cek thread ane ane yg khusus membahas soal ini.

6. Prepare for your new LIFE!

Spoiler for New Life:
So? Apalagi yang agan tunggu? Omset dan profit bisnis agan mungkin sudah melebihi gaji agan dikantor, jangan takut untuk resign.

Tapi, kapan waktu yang tepat untuk resign? Beberapa indicator dibawah ini mungkin bisa jadi pertimbangan:

o Ketika penjualan memperlihatkan perkembangan minimal 10% selama 3 bulan berturut-turut

o Ketika biaya tetap relatif stabil selama 6 bulan berturut-turut

o Ketika staff marketing bisa melakukan minimal 60% dari total penjualan

o Ketika konsumen baru bertambah minimal 10% selama 3 bulan berturut-
turut

o Ketika agan sudah memiliki minimal 100 konsumen tetap (atau 10 konsumen tetap untuk bidang BtoB) yang rutin melakukan transaksi per bulan

o Ketika tingkat turn over (keluar masuk) karyawan rendah dalam 6 bulan terakhir, lebih bagus kalau tidak ada personil yang keluar dalam 6 bulan terakhir.

o Ketika profit (keuntungan bersih) minimal sudah menyamai benefit (gaji dan tunjangan) yang agan terima di kantor selama 3 bulan berturut-turut
Sebenarnya tidak harus semua indicator diatas dipenuhi, tapi poin-poin tersebut bisa jadi bahan pertimbangan.

Hujan mulai reda, diskusi seru ini pun sepertinya sudah mencapai ujung. Klien saya pamit diri, kami berjabat tangan erat. Saling mendoakan.

Source: http://www.kaskus.co.id/post/529213c91e0bc3e23b000004#post529213c91e0bc3e23b000004

http://picmarkr.com/files/1pb31pjgnh1g63cd6vge3t1q07/image_2.jpg

Banyak orang berpikir jadi pengusaha enak dan santai. Enak sih insyaAllah iya, tp kalau santai?

Pengusaha bisa santai itu harus melewati 3 Fase:

1. Dia bingung apa saja yang harus dilakukan, masih banyak belajar, dan masih benar2 start up. Disini dia belum terlihat sibuk. Peran owner di fase ini adalah sebagai marketing, sebagai tenaga produksi, sebagai keuangan, juga sebagai HRD

2. Dia menjadi sangat sibuk ketika sudah tahu apa saja yg harus dilakukan, sudah paham betul alur bisnis yg dia jalankan. Peran owner di fase ini lebih banyak sebagai marketing, keuangan, dan HRD.

3. Dia akhirnya membangun sistem marketing, produksi, HRD dan berbagai standarisasi lain agar bisnisnya bisa auto pilot, bisnisnya berjalan baik meski tanpa kehadirannya. Peran owner di fase ini lebih banyak sebagai ‘real owner’ yang berpikir pengembangan bisnis tanpa dipusingkan oleh kegiatan operasional rutin bisnisnya.

Pertanyaannya, agan ada di fase berapa?

Mungkin kita bisa mulai dari bagaimana bisa melewati fase 1, dari belum terlalu sibuk karena belum paham betul alur bisnisnya, akhirnya menjadi sibuk karena bisnisnya mulai berkembang.

Spoiler for Phase 1 to Phase 2:
Kunci fase 1 ke fase 2 biasanya cuma 1:

“Marketing”

Alur bisnis bisa terlihat dan diuji hanya bila perusahaan sudah berjalan dengan cukup banyak konsumen atau klien. Didunia start up, hal yg pertama yg harus ditaklukkan adalah “PASAR”.

Bagaimana cara supaya produk kita bisa diterima pasar. Disinilah strategi pemasaran bermain. Klien saya pribadi cukup banyak yg mengalami fase ini. Bagi yg tidak kuat, biasanya bisnisnya collapse.

Beberapa hal yang biasanya saya sarankan adalah:

1. Kenali dan cocokkan konsumen dan produk agan. Caranya? Riset (tenang, dlm praktek tdk seberat istilahnya). Coba tanya calon konsumen agan, maunya mereka apa, harganya gimana, sukanya apa, dll. selain itu, lihat juga bagaimana competitor bisa bertahan dan meraih pasar, apa saja strategi mereka? Keunggulannya apa saja?

2. Kalau sudah kenal, ya buat rencana pemasaran berlapis. Lakukan apa yang dibutuhkan untuk meraih pasar. Jangan takut untuk mengeluarkan biaya lebih (untuk iklan misalnya). Kalau 1 strategi tidak berhasil, ya lakukan strategi cadangan. Begitu seterusnya.

Nah, yang seru dan banyak tantangannya adalah bagaimana agan yang sudah nyaman di fase2 bisa ‘naik kelas’ ke fase 3. Setahun terakhir ini saya banyak mendapat klien dengan kasus seperti ini:

“omset bisnis saya bagus, tapi saya ngga bisa keluar toko untuk sekedar santai atau bahkan makan siang!”

“karyawan saya sudah puluhan, tapi kok kalau saya tidak ada semuanya jadi berantakan??”

“saya sudah coba percayakan kepada beberapa karyawan untuk mengatur bisnis saya, tapi kok saya jadi takut yah? Bagaimana kalau mereka menipu atau mengambil konsumen saya?”

“kok bisnis saya segini2 saja ya? Saya ingin buka cabang lebih banyak, tapi ngatur 1-3 saja sudah pusing dan bikin tidur ngga nyenyak!”

Well, ini real case. Banyak UKM yang bisnisnya tersendat karena tidak bisa ‘move on’ ke fase 3.

Spoiler for Phase 2 to Phase 3:
Beberapa langkah untuk membuat sistem dan standarisasi adalah:

1. Buat struktur organisasi. Terlihat sepele? Yup sepele kalau struktur hanya sebuah gambar. struktur bukan cuma gambar asal kotak dan garis. Tapi disana tertuang kerangka bagaimana perusahaan harusnya berjalan. Siapa bertanggung jawab apa, menanggung siapa, dan harus melapor ke siapa. Ada alur instruksi, informasi, dan tanggung jawab dari atas kebawah ataupun sebaliknya. Dari struktur bisa dilihat kepada siapa agan harus ‘marah’ bila terjadi kesalahan, karyawan pun tidak bisa saling menyalahkan.

2. Isilah setiap kolom di struktur tersebut dengan orang-orang kompeten dan terpercaya. Kalau kurang orang bagaimana? Ya hire/rekrut! Ini persyaratan mutlak untuk sebuah sistem.

Justru disinilah kuncinya, kalau agan berhasil dapet orang yang tepat, insyaAllah proses transisi sistem menjadi lebih cepat dan smooth. Agan ngga perlu dapet yang sudah jago atau sangat berpengalaman, gajinya otomatis akan tinggi, agan hanya perlu dapet yang potensial. Kombinasi antara usia tua dan muda juga bisa menjadi pilihan.

3. Rincilah job description (rincian tugas dan tanggung jawab) dan job specification (criteria yang diperlukan untuk sebuah jabatan) untuk setiap jabatan didalam struktur organisasi.

Terlihat klise? Believe me it works!. 1 kasus yang pernah saya alami adalah saat membuatkan sistem untuk sebuah salah satu perusahaan ritel kamera besar di Jakarta. Sebelum ada struktur, job des, dan job spec, operasional terlihat amburadul dan sering terjadi lempar tanggung jawab. Kinerja karyawan tidak efektif karena lebih banyak menunggu instruksi dan tidak tahu apa yg harus dia lakukan.

Apa yang terjadi ketika masing2 orang telah dibuatkan job desc yang rinci? Owner akhirnya melihat ketidakefisienan kerja yg terjadi selama ini. Para karyawan sebelumnya merasa jumlah tim mereka kurang dan perlu ditambah, tetapi setelah sistem berjalan, semua menjadi lebih efisien. Mekanisme reward dan punishment untuk karyawan pun bisa dilakukan karena sekarang sudah jelas ukuran apakah seseorang bekerja dengan “baik” ataupun “buruk”. Disebut baik apabila semua job desc harian, periodic, dan incidental berikut target kinerja berdasarkan jabatan dilakukn dengan baik. Disebut buruk kalau job desc yang selesai hanya 70% dari yang harusnya dilaksanakan.

4. Buatlah sistem pelaporan dan standar kerja yang jelas, bisa tercapai, dan memudahkan. Struktur bagus, jobdesk lengkap akan percuma kalau tidak ada sistem pelaporan yang baik. Sistem pelaporan intinya adalah setiap jabatan harus melaporkan apa saja yang sudah dilakukannya hari ini, minggu ini, ataupun bulan ini.

Contoh, marketing, laporannya adalah hari ini sudah kemana saja, ketemu siapa saja, nomer/kontak orang tersebut, dan keterangan apa yg dibicarakan/dilakukan. Beri target dia untuk mengunjungi 3 tempat misalnya. Agan bisa cek apakah dia bohong dengan random call ke kontak2 yang ia tulis dilaporan.
source: http://www.kaskus.co.id/thread/5280bf59148b46653d000006/sharing-membuat-bisnis-berjalan-baik-meskipun-tanpa-kehadiran-agan-owner/

Meningkatnya harga bahan baku di pasaran serta semakin tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan para pelaku usaha, tak jarang memaksa pengusaha di sekitar kita untuk menaikkan harga jual produk yang tengah mereka tawarkan.

Kendati tidaklah mudah bagi para pengusaha untuk menaikkan harga jual produk-produknya, namun terkadang keputusan tersebut terpaksa mereka pilih untuk menutupi seluruh biaya operasional yang mereka keluarkan selama proses produksi berlangsung.

Nah, bagi Anda yang mengalami kondisi seperti ini, berikut kami informasikan tips menaikan harga tanpa harus kehilangan pelanggan Anda.

Sejajarkan nilai produk dengan harga jualnya

Menetapkan harga jual produk memang tidak mudah. Apalagi bila Anda harus mengumumkan adanya kenaikan harga kepada para pelanggan setia Anda. Agar konsumen Anda bisa menerima perubahan harga tersebut, pastikan bahwa nilai produk yang ditawarkan sebanding dengan harga baru yang ditetapkan. Jika Anda bisa menjelaskan adanya perubahan harga dengan baik, niscaya konsumenpun bisa menerima keputusan tersebut dengan tangan terbuka.

Diskusikan dengan pelanggan

Agar konsumen Anda tak terkejut dengan kenaikan harga yang terjadi, ada baiknya bila Anda mendiskusikan terlebih dahulu perubahan yang akan Anda tetapkan. Dengan melibatkan konsumen dalam menentukan harga, maka adanya resiko kehilangan pelanggan bisa Anda hindari dari sekarang. Apabila mereka tidak setuju dengan perubahan yang Anda tetapkan, maka cobalah mencari jalan tengah yang bisa memberikan keuntungan kedua belah pihak.

Informasikan perubahan harga yang baru

Untuk membiasakan pelanggan dengan harga jual yang baru, maka sebaiknya sebarluaskan informasi kenaikkan harga tersebut agar setiap konsumen mulai berasahabat dengan harga baru yang Anda tentukan. Contohnya saja seperti membuat pamflet, katalog, atau brosur dengan harga baru per tanggal/ periode yang telah Anda tentukan.

Ketika Anda menyampaikannya dengan baik, maka konsumen pun tak harus berpaling untuk berpindah ke pelaku bisnis yang lain. Semoga bermanfaat dan salam sukses!

Source:  http://www.kaskus.co.id/thread/52f9a2af1f0bc3a94e8b4619/tips-menaikan-harga-tanpa-harus-kehilangan-pelanggan/
http://picmarkr.com/files/v26q8g0u5frqor868qc4nvbqq7/image_1.jpg 
1. Tentukan Target Bisnis

Pada dasarnya jika bisnis ingin berkembang maka kita perlu
menetapkan target bisnis.

Target bisnis bisa berupa target penjualan, target pendirian cabang,
target pengembangan produk.

Contoh penetapan target penjualan:
• Tentukan periode target penjualan
• Tentukan jumlah yang akan dijual
• Tentukan nilai (nilai omzet)

Misal:
Penjualan pakaian selama periode tahun 2013 ditargetkan
mencapai 1,000 pcs senilai 2 Milyar


2. Utamakan Kualitas Produk

FOKUSLAH PADA KUALITAS PRODUK

Hal paling mendasar untuk mengembangkan bisnis adalah fokus
pada membuat produk yang berkualitas.
Konsumen akan loyal ketika produk dan layanan yang kita
berikan berkualitas.

MONITOR KUALITAS PRODUK

Pastikan produk yang kita berikan merupakan produk yang
berkualitas, lakukan monitoring menyeluruh terhadap kualitas
produk. Bentuklah tim khusus yang memonitor kualitas produk


3. Lakukan Promosi

PROMOSI OFFLINE

 Iklan di media, tv, majalah, radio, koran (sesuaikan dengan budget)
 Terlibat di pameran
 Sponsorship acara seminar atau event tertentu
 Media Ad printing (banner, brosur, poster, spanduk dll)


PROMOSI ONLINE

Website/Blog
Channel Online Shop
Social Media Marketing (Twitter, Facebook, Youtube dll)
Ad banner di online web
Optimalisasi SEO & SEM


4. Bangunlah Merek Bisnis Anda


brand atau merek adalah nama, istilah, tanda, simbol,
desain, atau kombinasi dari semua itu yang dapat
digunakan untuk mengenali produk dan service dari
penjual, dan untuk membedakan produk atau service
tersebut dari yang lain.


1. Buatlah nama merek yang menarik, mudah
diingat
2. Pastikan produk dan layanan kita berkualitas
3. Lakukan promosi yang konsisten
4. Jangan lupa untuk mendaftarkan merek ke
dirjen HKI info detail SMS
087782439577


5. Analisa Tren di Market
Spoiler for :


TIPS 1: Cari tahu apa yang menjadi kebutuhan konsumen
TIPS 2: Lakukan observasi perilaku konsumen
TIPS 3: Cari tahu keinginan konsumen via social media
TIPS 4: Lakukan survei misal di internet


6. Website/Online Shop
Spoiler for :

8 TIPS BISNIS ONLINE

1. Gunakan DOMAIN berbayar
2. Gambar produk harus Jelas
3. Infokan cara pembayaran
4. Buat kolom testimoni
5. Gunakan SEO & SEM
6. Ada konten artikel bermanfaat
7. Infokan kontak yang Jelas
8. Promosikan dengan social media


7. Gunakan Strategi Twitter

Spoiler for :

PENTINGNYA TWITTER

ľ Pengguna internet di Indonesia lebih dr 70 juta (2013 Q1)
ľ Pengguna Twitter hampir 40 juta (2013 Q1) < INI POTENSI PASAR
ľ Twitter adalah media marketing yang relatif murah
ľ Kekuatan viral/word of mouth (cepat menyebar)


TIPS TWITTER MARKETING

ľ Fokus pada memperbesar follower (dengan cara yg benar)
ľ Fokus untuk memberikan konten yang bermanfaat
ľ 80% isi konten bermanfaat dan 20% nya konten jualan
ľ Bangun percakapan/interaksi dengan follower
ľ Perbesar follower bisa dengan menggunakan buzzer
ľ Buatlah twitter plan dan actionkan secara konsisten
ľ Usahakan ada orang yang khusus handle twitternya


 8. Gunakan Strategi Facebook
Spoiler for :

PENTINGNYA FACEBOOK

 Pengguna facebook di Indonesia lebih dari 63 juta (2013 Q2)
 Facebook memiliki fasilitas pengukuran efektivitas promosi
 Facebook memiliki fasilitas lengkap untuk promosi


TIPS MENGGUNAKAN FACEBOOK
1. Buatlah Facebook Plan
Yang berisi Konten,
Time, Jadwal Status,
Status
Jualan/Marketing

2. Gunakan status yg
inspiratif, status
bergambar dan
maksimalkan dengan
Facebook Ad

3. Lakukan Pengukuran
efektivitas Facebook
Melalui Facebook
Analytics



9.Direct Marketing

Spoiler for :

Contoh direct marketing :
1. SMS Marketing
2. Email Marketing
3. Phone Call Marketing
4. BBM marketing


10. Lakukan Strategi Penjualan

Spoiler for :

1. Buat paket produk dengan satu harga
2. Berikan harga diskon untuk saat-saat tertentu
3. Berikan sampel produk/trial produk untuk dicoba
4. Gunakan media promosi internet/online
5. Berikan bonus/harga khusus jika membeli banyak
6. Gunakan reseller utk membangun jaringan penjualan


11. Strategi Komunitas

Spoiler for :

STRATEGI A:
Kita bisa melakukan pendekatan ke komunitas untuk
menginformasikan produk kita, membangun merek dan
menjalin relasi untuk memperbesar calon pembeli.
Komunitas adalah calon pembeli dalam jumlah besar


STRATEGI B:
Kita membuat komunitas sendiri, komunitas yang
menyukai produk kita atau komunitas yang berisikan
orang-orang yang membeli produk kita. Tujuannya
untuk membangun relasi dengan pelanggan dan
membangun loyalitas.


12. Bangun Sistem Reseller

Spoiler for :

PENTINGNYA RESELLER

 Penting untuk meningkatkan penjualan
 Sebagai salah satu saluran penjualan
 Untuk membangun jaringan bisnis


STRATEGI RESELLER

 Berikan training atau setidaknya berikan tips cara jualan
 Berikan kompensasi bagi hasil yang saling menguntungkan
 Bangun relasi dengan reseller
 Terus berikan update produk terbaru atau info terbaru
 Berikan target untuk reseller
 Berikan bonus atau apresiasi jika ada yang melebihi target
 Gunakan media online dan social media untuk support reseller


13. Bangun Networking
Spoiler for :

TIPS 1: Ikutlah komunitas bisnis
TIPS 2: Gunakan kartu nama untuk berelasi
TIPS 3: Jalin relasi secara berkala dan konsisten
TIPS 4: Gunakan social media untuk networking


14. Bangunlah Tim

Spoiler for :

PENTINGNYA TIM
 Tim penting untuk memperbesar kapasitas dan kinerja bisnis
 Tim penting untuk pendelegasian tugas
 Tim penting untuk saling bekerja sama, saling mendukung
 Intinya: saat mengerjakan semuanya sendiri pasti tidak akan maksimal


TIPS
Pastikan Tim/karyawan diberikan hal sebagai berikut:
 Deskripsi kerja yang jelas (Job desc)
 Diinfokan tujuan bisnis
 Mengetahui hak dan kewajibannya
 Diberikan kompensasi yang sesuai


15. Lakukan Pencatatan Keuangan

Spoiler for :

6 TIPS PRAKTIS:
1. Catat semua pengeluaran dan pemasukan.
2. Simpan semua bon, nota, kuitansi dll yang berhubungan
dengan keuangan bisnis.
3. Jangan menggabungkan rekening pribadi dan bisnis
4. Usahakan ada orang khusus yang mengatur keuangan
5. Buatlah sistem pelaporan keuangan sederhana
6. Buatlah laporan dana kas masuk dan keluar


16. Lakukan Efisiensi Keuangan

Spoiler for :

1: Buat list pengeluaran yang jelas
2: Buat batasan pengeluaran maksimal
3: Carilah supplier/partner yang berharga hemat
4: Lakukan kontrol keuangan secara berkala
5: Gunakan media promosi yang berbiaya rendah
6: Lakukan efisiensi misal listrik, air, biaya lainnya


17. Evaluasi Rutin, Monitor & Konsisten

Spoiler for :

TIPS PRAKTIS:
1. Usahakan buat jadwal strategi bisnis (misal strategi
marketing) agar strateginya teratur.
2. Monitor berbagai strategi yang kita jalankan.
3. Usahakan ada PIC khusus yang monitor.
4. Jalani strategi dengan konsisten.
5. Lakukan evaluasi strategi secara rutin, cek mana yang
efektif mana yang tidak kemudian lakukan perbaikan
agar hasilnya semakin baik.

10 Alternatif Pinjaman Bukan Bank

Sabtu, 08 Februari 2014
Posted by Admeen

Barangkali sudah menjadi lumrah jika kata-kata : Ah, malas buka usaha,.. ga ada modal, percuma gue mulai usaha kalo kredit banknya tinggi, ga sanggup nyicil dah, dan nada-nada pesimistik lainnya..

tapi sekarang ada sejumlah cara yang bisa ditempuh selain bank.. yaitu:

Dikutip dari mas Jay.. semoga bisa jadi pengingat bagi yang sudah pernah membaca, dan jadi penuntun bagi yang belum baca..

Hai sobat calon pengusaha sekalian..

Tentu tidak asing bagi kita mendengar istilah marketing dalam usaha/bisnis atau perusahaan..

Marketing adalah bagian perusahaan yang menangani pasar seperti menjual produk, menjadi/mencari distributor, merencanakan penjualan, memberikan promosi, meningkatkan angka penjualan, mencari pelanggan dan bertanggung jawab atas kinerja penjualan perusahaan. Sangat vital bagi perusahaan. sedangkan Sales adalah cabang dari perusahaan biasanya bersama dengan marketing atau dibawah komando marketing menjadi pihak yang langsung berinteraksi dengan konsumen, bisa door to door atau outlet.



Marketing juga ilmu yang harus dikuasai oleh sobat calon pengusaha sekalian, jika sobat hendak melakukan lompatan penjualan, perkembangan usaha yang pesat dan cepat, maka kuasailah ilmu marketing. Salah satu agenda marketing adalah menentukan promosi dan mensosialisasikan keunggulan produknya di pasar.

bagi sobat yang baru merintis usaha tentu produk sobat belum bisa bersaing dengan leader market yang sedang menguasai pasar, apalagi bersaing dengan perusahaan nasional/internasional yang iklan dan produknya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Produk lokal biasanya butuh waktu untuk mendapatkan ceruk pasar yang sudah dikuasai produk top brand hingga lebih dari 65%.

Salah satu usaha yang bisa dicoba adalah memberikan promosi potongan harga pada awal pembukaan/penjualan barang. Bisa dicoba agar masyarakat bisa mencoba dan mengetahui kualitas yang produk agan tawarkan pada pasar. Jika memang produknya tidak baik, yah, bisa dipastikan pelanggan tidak akan datang. Jika produk sobat beti/beda tipis dengan market leader atau lebih baik, bisa dipastikan sobat bisa melejit dengan produk sobat yang sangat kompetitif dengan market leader. 

Merekrut sales dengan sistem MLM juga dapat dilakukan, yakni dengan memberikan bonus atas setiap penjualan yang dibuat. Memasang iklan di baliho dan media massa lokal bisa sobat tempuh. Serta Melakukan penetrasi dengan menjalin kerjasama dengan sekolah, kantor, dan perusahaan lain bisa dicoba.

Sobat akan lebih kreatif dan tahu mengenai media atau cara apa yang tepat untuk memarketingkan produk yang sobat jual karena sobat lebih mengetahui produk yang sobat hasilkan. So, pilihlah metode marketing yang tepat buat usaha sobat. Jangan lupakan evaluasi kinerja marketing setiap minggu/bulan.

Sukses ya sobat..

Oke berikut tips tips untuk memulai usaha distro/clothing yang ane rangkum seringkas dan sejelas mungkin.



1. Ide dan Konsep

Quote:

Ini yang paling awal yang mesti Agan agan pikirin sebelum mulai bergerak. Mencari ide dan konsep dari distro/clothing yang agan mau buat. Bisa itu berkonsep music, pop, urban art, konsep tengkorak, konsep futuristic, atau bisa juga konsep daerah seperti clothing khas jogja, atau konsep lain. Disini letak seni nya per distro an, bebas ber ekspresi, bebas beda, pokoknya bebas (independent) !




2. Brand atau Merk

Quote:

Apalah arti sebuah nama. Pernah denger pepatah gitu gak gan? Di bisnis pepatah itu gak berlaku banget. Setelah ketemu konsep baru deh gan mesti bikin nama atau logo brand nya. Kalo ada duit lebih Agan bisa cari logo desainer yang agan ngrasa cocok dengan desainnya. Kalo gak ada budget untuk ini juga gak masalah. Yang penting agan tentuin nama brand nya dulu. Urusan logo bisa nomor sekian.




3. Persiapan Produk

Quote:

Distro adalah tempat buat nitipin dagangan (kaos, sepatu, topi, dll). Jadi agan bisa cari relasi yang mau nitip di distro agan agan. Oke anggap lah untuk awal buka masih belon ada temen kenalan dari clothingan, ya agan musti terpaksa modal dikit buat ngisi distro nya agan dengan sedikit dagangan. Cara nya cari supplier produk distro yang mau kasi harga enak. Bikin perjanjian, kalo produknya gak laku dalam beberapa bulan, nnt bisa tukar dengan produk baru. Kalo agan masih bingung dimana cari supplier produk distro gitu Agan bisa kontak ane aja, ane punya distro beserta produk produk distro keren dari Bali. Siap membantu agan agan semua yang mau berkarir di bisnis distro/clothing.




4. Relasi

Quote:

Setiap yang namanya bisnis pasti gak bisa lepas dari yang namanya relasi. Nah relasi yang ane maksud untuk bisnis distro ini bisa mencakup tempat sablon, penjual kain, tukang jahit, tukang setting desain kaos, dan lain lain. Intinya banyak banyakin bertemen deh gan. Toh gak ada rugi nya kok. Kali aja pas cari relasi bisnis malah bisa ketemu jodoh.




5. Team Kerja

Quote:

Ane pribadi waktu awal buka distro, semua mesti dikerjakan sendiri tanpa team. Ane cuma menggunakan tenaga sewaan atau outsource. Misalkan jasa tukang kayu untuk bikin rak kayu, tukang sablon dan jarit, dsb. Sisanya ane kerjain sendiri. Jaga distro, bersih bersih, ngedesain produk, ampe urus pembukuan dagangan juga ane kerjain sendiri. Itu membentuk mental dan mengasah skill nya agan agan kok. Tapi situasi itu gak berlangsung lama, dalam waktu 2 bulan ane dah bisa sewa 2 orang shop keeper yang cuantik cuantik. Trus nyusul accounting, dan admin.




6. Tempat Usaha

Quote:

Nah, ini yang sedikit gampang gampang susah dan membutuhkan sedikit keberuntungan untuk bisa menemukan tempat yang layak, sesuai budget, dan lokasi. Ane sendiri gak tau berapa pasaran harga sewa tempat di daerah tinggal Agan, tp silahkan disesuaikan dengan kemampuan kantong ya. Untuk awal gak usah sewa tempat yg luas. Yang penting aman, bersih, cukup rame.




7. Promosi

Quote:

Setelah produk jadi, distro udah buka, tapi kok kagak ada yang mampir ya ?? Nah, ini saatnya promosi, gak ada bisnis yg gak pake promosi. Konteks promosi ini yang luas banget kalo mau di bahas, tp secara garis besar, pengalaman ane promosiin distro ane cuma dari stiker, ikut sponsor acara music, dan promosi dari mulut ke mulut. Pokoknya konsisten aja, waktu akan menjawabnya. 2-3 bulan pasti bisa mulai senyum. Kalo ada duit lebih agan bisa promosi lebih juga, di radio, majalah, ya dimana aja yang sesuai sama target brand nya.




8. Sumber Pemasukan Cadangan

Quote:

Nah, sebaiknya sejak awal agan udah mulai mengantisipasi musim paceklik. Caranya ? Ya agan bisa menerima orderan bikin kaos untuk anak anak SMA, atau sekedar buka stand kecil jual juice di depan distro agan, kan lumayan nambah penghasilan.




9. Action

Quote:

Action dan gak usah ribet maksudnya nya gak usah mikirin yang nggak nggak dulu gan. Takut gak laku, takut ini, takut itu, mending coba dulu. Gak ada yang lebih gak enak dari pada mati penasaran. Untuk pemula kadang juga terlalu perfeksionis. Menunggu segala nya sempurna. Tapi ane saranin jangan terlalu lama, banyak menunda, banyak juga rejeki dan peluang yang di ambil pesaing.

Source: http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010794214/tips-membuka-usaha-distro-clothing/
Welcome to My Blog

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Mind Pengusaha [MP] -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -